Visi & Misi

Visi

Kopdit CU Melati yang kuat, profesional, mengutamakan pelayanan, pendidikan, swadaya modal, berdasarkan nilai-nilai jatidiri koperasi.

 

Misi

  1. Membantu terciptanya lapangan pekerjaan bagi anggota
  2. Meningkatkan bertambahnya anggota dengan syarat pendidikan yang memadai
  3. Memperkokoh Struktur Organisasi Kopdit dengan pelayanan di segala bidang

Penggerak

 

 

Emansipasi Wanita

PDF

Oleh : RAY Soesilo

RA Kartini“Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. Berdikit-dikit menabung sejak dulu, akan beruntung kelak kemudian”. (Motto Kopdit)

Prakata

Dalam menyambut hari Kartini 21 April 2011, patutlah kita mensyukuri kepada Ibu Kartini yang telah mengajak kaumnya untuk menyongsong hari esok lebih baik lagi kaum Wanita.

Wanita perkasa

Membaca tulisan dan cara hidup Ibu Kartini, kita menemukan sosok yang komplit tingkah laku dan pikiran-pikirannya yaitu seorang wanita yang taat pada agama, orang tua dan para leluhurnya.

Ia seorang yang berprofil sederhana dalam busana, perilaku serta cara hidupnya. Meski ia keturunan bangsawan ia dekat dengan para perajin ukir di Kota Jepara dan sekitarnya, maka ia dicintai oleh para rakyat kecil disitu. Ia mendorong rakyat kecil untuk rajin bekerja.

Ia seorang yang terpelajar dan berpandangan luas. berkorespondensi dengan Ny. Abendanon (Wanita Belanda) yang akhirnya hoby ini membuahkan buku ”Habis Gelap Terbitlah Terang”, dimana pada tahun 1879 – 1904 tersebut ia sudah fasih bahasa Belanda baik tertulis maupun aktif bersilaturahim. Saat itu, wanita Indonesia masih dalam kegelapan pekat yaitu 98% masih buta huruf.

Ibu Kartini adalah pribadi yang hemat dalam hidupnya. Tidak pernah dalam tulisan-tulisannya menceritakan kemewahan atau glamour, namun kebalikannya yaitu hidup penuh keprihatinan atas nasib bangsa Indonesia yang terjajah sudah 255 tahun (1645 – 1900). ia hidup hemat. Para wanita jaman sekarang, khususnya wanita Indonesia telah menikmati perjuangan Ibu Kartini yang membebaskan wanita dari pria Indonesia, yaitu :

1. Berdiri sama tinggi duduk sama rendah

2. Usaha disemua bidang dipersamakan antara pria dan wanita

3. Memiliki hak pendidikan sama baik pria maupun wanita

4. Memiliki hak suara, hak pilih, hak dipilih, hak menyatakan pendapat, hak memiliki harta, hak mencintai dan dicintai, hak asuh anak, hak mengejar kesejahteraan lahir dan batin

Ibu Kartini hidup hemat memberi contoh kepada rakyat Indonesaia agar kaum Ibu tidak boros, tetapi mau menabung sedikit demi sedikit agar kelak dihari tuanya tidak repot gali lubang tutup lubang. Akhir-akhir ini di suatu tabloid Ibukota disekitar hari Kartini memajang wajah ibu Kartini di kulit depan. Namun isi tabloid bukan mengulas kehidupan beliau, tetapi sangat jauh dari itu, yaitu bisnis-bisnis sukses yang dikelola kaum wanita dan bersifat sangat iklan, yaitu bukan menabung untuk hemat tetapi sebaliknya.

Kaum wanita memang penabung ulung, tetapi juga bisa sebaliknya. Wanita biasanya sebagai kasir keluarga, juga sebagai manajer keuangan keluarga tetapi bisa sebagai penguras uang juga.

Kehebatan Koperasi

Koperasi sejak ada di Jerman dan dinegara-negara Eropa lainnya sekitar tahun 1850 – 1900 ibu Kartini juga maklum atas koperasi tersebut, melalui Ny Abendanon yang terus menerus menulis surat kepadanya. Siapapun akan tergiur akan gerakan koperasi yang benar, sebab koperasi menganut falsafah sangat mulia, yaitu :

a. Pemilik Koperasi adalah anggota koperasi itu

b. Pelanggan dan pengguna jasa koperasi adalah anggota juga

c. Keuntungan dari Koperasi selalu dibagi diantara anggota koperasi tersebut.

Bangsa Eropa dan Amerika sangat cinta akan Koperasi, meskipun aliran ekonomi mereka liberal dan kapitalis. Di Amerika yang berpenduduk ± 240 juta orang yang ikut koperasi kredit (Credit Union) ada 80 juta orang (35%). Mengapa CU Kredit Union bisa sangat maju karena menganut ajaran awal mereka yaitu TRILOGI. dan juga Trilogi ini dipelajari oleh Bung Hatta 1922 – 1931 waktu ia sekolah di Den Haag. TRILOGI adalah : 1. Solidaritas koperasi (= Gotong royong), 2. Pendidikan Koperasi dan 3. Swadaya (= Self help)

Penutup

Emansipasi wanita di Indonesia sungguh maju pesat, tetapi emansipasi dalam menabung perlu juga dikedepankan (bukan dilupakan). Menabung di lembaga Keuangan cukup sulit dan dimakan biaya administrasi, tetapi menabung di Koperasi Kredit sangat bagus karena selain menabung bisa meminjam juga.

 
joomla templateinternet security reviews

Alamat & Badan Hukum

Jalan Arif Rachman Hakim (Turi) No. 29B, Beji
Depok 16422
Telepon (021) 77200712

 

Badan Hukum No. 166/BH/PAD/KUKM/1.2/IV/2004
Tanggal 9 Mei 2004

Statistik Pengunjung

Hari Ini25
Kemarin15
Minggu Ini40
Bulan Ini432
Seluruhnya14120
University template joomla by internet security review