Bertemu Orang Usia 110 Tahun, Credit Unit 111 Tahun |
|
|
Oleh : RAY Soesilo
Prakata Dalam tugas Kopdit penulis ke Jawa Tengah, bertemu orang yang usianya 110 tahun, dan masih sehat lahir dan batin. Ia sangat santun, berbudi dan suka membantu sesama orang kecil. Sederhana hidupnya, berpenampilan biasa dan rendah hati. CU lahir 1900, dan mbah Kurdi 1901 Bila seseorang terlahir tahun 1901, berarti saat ini kalau masih hidup berumur 110 tahun. Mbah Kurdi, lahir tahun 1901, yaitu satu tahun setelah Credit Union lahir didunia, Ia lahir di desa Paron, Petarukan, Pemalang. Sedangkan CU lahir dikota Quebec Kanada. Meskipun ia sudah 110 tahun ia masih baik pendengarannya, dan awas penglihatannya, serta masih bisa menulis dengan baik memakai spidol. Kalau berbicara masih fasih, sebab giginya masih ada beberapa yang atas dan yang bawah. Ia lahir tanggalnya lupa, tetapi tahunnya ingat yaitu 1901 serta hari Jum’at Pon. Mbah Kurdi memiliki 1 orang anak, dan cucu 5, buyut 7 dan canggah 2. Alangkah sangat berbahagianya, mbah Kurdi bin Haji Nah Rawi, sampai setua itu bisa melihat buyut dan canggah. Luar biasa. Mbah Kurdi memiliki beberapa keistimewaan, yaitu jarang sakit atau hampir tak pernah sakit. Waktu saya tanyakan apa makanan setiap hari ? Ia jarang makan nasi dan hanya makan gorengan tempe, serta minum kopi secara teratur. Olah raga Mbah Kurdi adalah jalan kaki dari satu kota ke kota lain, Yogya – Semarang – Pekalongan sudah biasa ia jalani. Itulah sebabnya badan mbah Kurdi coklat agak hitam tetapi atletis, sehat serta kuat. Ia mengaku tidur cuma sedikit, kurang dari 3 jam dalam sehari. Kalau ditanya apa pekerjaannya ? Ia tersenyum renyah, “Ya petani saya ini”. Semua anak dan mantu sebagai pekerja Pengawai Negeri dan berkecukupan. Tetapi mbah Kurdi karena senang jalan tak menetap, maka ia ngeloyor saja kemana-mana. Mbah Kurdi jarang mandi memakai sabun, sebab kalau pakai sabun ia gatal-gatal, maka hanya pakai air biasa. Saya menanyakan apa rahasia umur panjangnya ? Ia menjawab dengan bahasa yang disebut dalam bahasa jawa sanepo (kiasan) : “Ajiku pusponegoro pang. Arti dalam bahasa Indonesia “Peganganku ranting dari bunga negara Memang dalam kehidupan mbah Kurdi, akan menjadi resah dan gundah serta terkadang tak bisa tidur berhari-hari kalau dia diminta pertolongan seseorang dan tak mampu membantu. Ini menjadi buah pikiran. Penulis bertemu dengan mbah Kurdi di Pemalang, dekat Rumah Makan “MANTEP ROSO” desa Petarukan, pas dia sedang istirahat di Toko Bangunan Kayu khusus glugu (= kayu pohon kelapa). Dalam berdialog, ia sangat sopan santun dan memang orang berilmu Jawa (pengobatan, pernujuman, perhitungan-perhitungan jawa soal bertani, beternak, perkawinan, perjodohan dll). Penulis bertemu kurang lebih 30 menit, tetapi banyak yang dibicarakan masa kini dan masa depan. Setelah wawancara cukup, penulis bersama Eyang Christ meneruskan perjalanan ke Temanggung untuk tugas Kopdit, menemui KSP Kopdit Pelita Usaha serta 4 kopdit lain. Crita tentang Mbah Kurdi memang mengasyikkan, sebab selisih dengan penulis 38 tahun, ia lebih tua. Saat Ulang Tahun Ratu Belanda Wilhelmina, yaitu kurang lebih tahun 1930-an ia sudah bekerja dipabrik, sehingga masih diingatnya. Pendidikan terakhir yang dia capai adalah Sekolah Rakyat (SD sekarang), karena cita-citanya dulu sudah tercapai yaitu melaksanakan naik haji, dan ini tercapai sampai dua kali. Hal-hal duniawi lain, ia tak tertarik, hanya tertarik selalu, yaitu menolong orang kecil, terutama dengan doa dan dilakukan dengan bertapa jalan kaki ke mana-mana. Anda mau sampai usia 110 tahun ?
|
