|
Oleh: Christ
Saya mantan prajurit Marinir, dan puluhan tahun waktu saya habiskan mengabdi sebagai prajurit. Ketika saya masih berada pada habitat saya yang lama, sungguh saya tidak peduli terhadap keberadaan koperasi dalam sebuah kesatuan tentara atau polisi. Saya sama sekali tidak tertarik dengan koperasi, karena banyak hal-hal yang dilakukan oleh koperasi tentara terpasung pada rutinitas dan tak pernah berkembang. Dan kini saya tahu, ternyata koperasi tentara adalah koperasi yang eksklusif sehingga tak akan kunjung maju dan berkembang. Sementara koperasi yang benar dan sehat adalah koperasi yang menerapkan prinsip keanggotaan yang sukerala dan terbuka (prinsip 1).
|
|
Selengkapnya
|
|
|
Oleh : Hj. Ainun Nurzanah, SH (Ketua The Angelicas LSM)
"Wahana kridaning manungsa, kang hambeg sih marang sasama, gumolong saroning pagujuban kang pinunjul, sajroning wanci dwi dasa warsa, kang tinidihan dening para wicaksana ing babagan sesimpenan, minangka sara kang nemahi gemah ripahing para wandawa, yeku kang winastas Koperasi Kredit CU Melati Depok".
Artinya "Wadah berkarya manusia, yang belas kasih kepada sesama, bersatu dalam perkumpulan organisasi yang modern, selama dua puluh tahun, yang diurus oleh orang-orang yang peduli dalam hal menabung, sebagai sarana untuk meningkatkan rasa sejahtera bagi para anggota, itulah Koperasa Kredit CU Melati Depok".
|
|
Selengkapnya
|
|
|
|
|
Page 3 of 3 |